KomsosSMF – Vigili Paskah atau Malam Paskah adalah perayaan malam sebelum Hari Raya Paskah, yang merupakan perayaan kebangkitan Yesus Kristus. Kata vigili berasal dari bahasa Latin vigilare yang berarti berjaga-jaga atau berjaga-malam. Jadi, pada perayaan Vigili Paskah, kita berjaga dan menantikan kebangkitan Kristus, sambil mengenangkan kembali peristiwa penting itu.
Vigili Paskah adalah puncak dari Tri Hari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, yang memperingati sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Lilin Paskah dinyalakan pada malam Vigili yang melambangkan Kristus sebagai terang dunia, yang mengalahkan kegelapan dosa dan kematian.
Bersama umat Katolik di seluruh dunia, umat Paroki St. Maria Fatima merayakan Vigili Paskah pada hari Sabtu 19 April 2025, dipimpin oleh Pastor Paroki RD. Andreas Bramantyo dan didampingi oleh konselebran RD. Petrus Sunusmo Galih Widodo, pastor vikaris paroki SMF. Perayaan Vigili Paskah dimulai pukul 18.30 WIB dan diikuti sekitar 1,000-an umat. Perayaan Vigili Paskah yang berlangsung lebih dari dua jam berjalan lancar dan khidmat. Umat terlihat mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan penuh rasa syukur dan sukacita.
Perayaan Vigili Paskah dibagi atas 4 bagian, yaitu, Upacara Cahaya, Liturgi Sabda, Liturgi Babtis dan Liturgi Ekaristi. Pada saat Upacara Cahaya, Romo memberkati api dan menyalakan lilin Paskah. Kemudian Romo menusukkan dupa dengan tanda salib, lambang alpha dan omega, yang mengingatkan kita bahwa Yesus adalah Sang Awal dan Sang Akhir dan bahwa segala kemulian dan kekuasaan adalah milik Yesus segala abad. Lilin Paskah yang telah dinyalakan kemudian diarak menuju altar dan diikuti oleh para petugas liturgi dan dilanjutkan dengan Madah Paskah yang dibawakan oleh Frater Paulinus Herlambang.
Pada Liturgi Sabda, ada 5 bacaan yang dibacakan malam itu, yaitu 3 dari Perjanjian Lama dan 2 bacaan Injil. Kemudian dilanjutkan dengan Liturgi Babtis.Liturgi Baptis Malam Paskah memiliki makna yang mendalam, melambangkan kematian dan kebangkitan bersama Kristus, serta kelahiran baru dalam iman dan kehidupan Gereja.
Pada Liturgi Babtis, ada beberapa umat yang diberikan Sakramen Pembabtisan oleh Imam. Pembabtisan dewasa pada Malam Paskah merupakan salah satu tradisi dalam gereja Katolik.
Pada liturgi Babtis juga, umat melakukan pembaharuan janji babtis sebagai tanda kesiapsediaan untuk berbalik dari segala dosa dan kembali kepada Tuhan. Liturgi Babtis diakhir dengan doa umat.
Menjadi Manusia Paskah
Romo Andre mengawali homilinya dengan mengajak umat untuk memahami dan memaknai arti perayaan Vigili Paskah. Romo Andre mengatakan Vigili Paskah merupakan malam penuh cahaya, saat terang mengalahkan kegelapan, saat kegelapan mengalahkan kematian dan harapan mengalahkan keputusasaan. “Kita merayakan kemenangan, kemenangan Kristus yang bangkit dengan cahaya kemuliaan tak terpadamkan, mengalahkan maut. Tuhan Yesus bangkit dan membuka pintu kehidupan kekal bagi kita semua.”
“Kita bersyukur kita sampai pada malam ini sejak kita mempersiapkan diri pada masa Prapaskaah. Kita memulainya dengan memberikan tanda abu di dahi kita, memulai masa pertobatan kita, dan kita memasuki masa retret agung. Kemudian, kita memasuki Pekan Suci itu dengan merayakan dan mengenangkan bagaimana Kristus yang masuk, disambut dan dielu-elukan di gerbang kota Yerusalam dalam perayaan Minggu Palma. Yesus disambut sebagai Raja. Namun, tidak lama kemudian ia mengalami penderitaan,” ujar Romo Andre.
Romo Andre mengatakan peristiwa Paskah adalah peristiwa yang sungguh luar biasa. Kita kembali memasuki dan mengenang peristiwa Yesus yang telah lahir dan mati di kayu salib, tapi kemudian bangkit dalam kemuliaan dan mengalahkan kegelapan dunia. “Maka kita diajak untuk menjadi manusia-manusia yang sampai pada peristiwa kebangkitan itu.”
“Inilah makna Paskah yang sesungguhnya bahwa setiap manusia, memperoleh dan mengalami kebangkitan. Peristiwa Malam Paskah sarat dengan peristiwa penting dalam iman kita. Banyak sekali simbol-simbol Paskah dan menjadi simbol-simbol yang kaya makna dalam liturgi,” ujar Romo Andre.
“Menjadi manusia Paskah berarti kita hidup dalam sukacita yang melampaui keadaan kita, karena kita tahu Tuhan telah menang atas kematian. Dan kita meyakini bahwa apapun yang terjadi, itulah yang menjadi pilihan kita. Apakah kita tetap setia dengan iman kita, atau kita lari dari iman kita,” ujar Romo Andre dalam homilinya.
Romo Andre mengakhiri homilinya dengan mengajak umat untuk mengikuti teladan para Murid Yesus. Dalam peristiwa Paskah, para Murid tidak lari tapi tetap setia walaupun menghadapi cobaan. “Mereka tetap setia menjadi Murid dari Guru yang mereka imani. Kelak, para murid Yesus menjadi pewarta yang setia, pewarta yang ulung dalam mewartakan Kristus yang bangkit. Semoga kita pun tetap setia pada iman kita dalam situasi dan kondisi apapun yang kita alami dalam kehidupan kita.” Dengan demikian kita bangkit bersama Kristus dan hidup sebagai anak terang. Amin!
Oleh Roffie K/Tim Komsos
Foto-foto: Tim Dokumentasi Paskah 2025
Catatan: Tulisan ini juga terbit di Majalah Paroki, Gempar edisi Paskah 2025