Pada hari Selasa, 30 Juni 2026, Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik (PDPKK) St. Gabriel dari Paroki St. Maria Fatima, Sentul City, merayakan ulang tahun ke-17 dengan mengadakan acara ‘Praise & Worship’ dan Adorasi Sakramen Mahakudus. Acara tersebut mengambil tema “Menemukan Harapan dan Kesembuhan di dalam Kristus” dengan Romo Felix Supranto, SS.CC., sebagai pewarta.
Acara ini diawali dengan puji-pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan Misa dan Adorasi penyembuhan. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki SMF, RD. Andreas Bramantyo sebagai selebran utama, didampingi oleh Romo Felix dan Diakon Paulinus Herlambang sebagai konselebran.
Acara yang dimulai pukul 17.30 WIB ini dihadiri sekitar 160 umat yang turut bersukacita. Persekutuan Doa turut dimeriahkan oleh grup Nafiri yang memimpin puji-pujian. Momen yang mengesankan terjadi saat Romo Felix membawa monstran Sakramen Mahakudus berkeliling untuk memberkati setiap umat, membuat banyak orang merasakan kehadiran Tuhan.
Romo Andre pada awal Perayaan Ekaristi mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus, kita pasti mendapatkan kekuatan dalam menghadapi dinamika kehidupan. Banyak permasalahan bisa datang, tetapi ketika kita berpegang erat pada Tuhan, “kita akan mendapat kekuatan serta kebaikan yang berasal dari Kristus sendiri”. Untuk itu, Romo Andre mengajak umat untuk merenungkan kebaikan Tuhan dan menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan sebagai pengatur hidup kita.


Saat memberikan renungan sebelum Perayaan Ekaristi, Romo Felix berbagi kesaksian tentang pengalaman hidupnya sendiri, bagaimana Tuhan menjamah dan menyembuhkannya ketika ia menghadapi penyakit parah pada tahun 2022. Berikut ringkasan/cuplikan kesaksian Romo Felix:
Mujizat Kesembuhan: Kesaksian Iman Romo Felix
Pada tahun 2022, Romo Felix mengalami masa kritis akibat penyakit serius yang mengharuskannya dirawat di ruang ICU. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, dipasangi ventilator, dan menghadapi peluang keberhasilan medis yang tipis, Romo Felix menyerahkan sepenuhnya hidupnya kepada Tuhan.
Perjalanan Iman di Ruang ICU
Di tengah kesendirian dan ketidakberdayaan, Romo Felix merasakan kehadiran Tuhan yang luar biasa. Meski sulit berkomunikasi, hatinya terus berdoa. Ia teringat pesan Santa Faustina bahwa saat manusia tak mampu lagi berdoa, roh akan berdoa baginya. Dalam sebuah penglihatan, ia melihat Yesus yang memberinya penghiburan dan kekuatan.
Di tengah perjuangan melawan rasa takut akan kematian, Romo Felix menyadari kekuatan doa umat yang terus mengalir untuknya. Pengalaman ini mengubah rasa putus asanya menjadi harapan baru. Bahkan di saat kritis, ia masih bisa menjadi saluran berkat dengan mendoakan sesama pasien di ICU dan membimbing seorang teman untuk menerima baptis.
Dokter sempat memperkirakan butuh waktu tiga bulan bagi Romo Felix untuk kembali pulih dan berbicara. Namun, kuasa Tuhan bekerja melampaui logika medis. Hanya satu bulan lebih, bertepatan dengan Hari Orang Sakit Sedunia, Rm Felix mampu kembali memimpin Misa dalam kondisi belum pulih. Meskipun kondisi fisiknya masih dalam masa pemulihan, ia memimpin “Misa orang sakit untuk orang sakit” dengan penuh haru.
Sebuah Pesan Harapan
Pengalaman Romo Felix ini menjadi kesaksian nyata tentang kasih dan kemurahan Tuhan. Romo Felix kini menjadikan setiap Misa dan Adorasi sebagai sarana untuk berbagi pesan tentang kekuatan iman. Ia menegaskan bahwa dalam doa yang sungguh-sungguh, Tuhan mampu mengubah air mata menjadi kebahagiaan dan memberikan kesembuhan sejati bagi jiwa-jiwa yang letih dan berbeban berat.
Bagi Romo Felix, penyakitnya bukanlah akhir, melainkan jalan untuk memuliakan Tuhan serta menjadi saksi hidup bahwa mukjizat nyata bagi mereka yang berserah penuh kepada-Nya.
Syukuran HUT ke-17 PDPKK
Setelah Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan syukuran ulang tahun PDPKK St. Gabriel yang ke-17. Momen ini ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh koordinator PDPKK St. Gabriel, Bapak Albert Tiensa. Koordinator PDPKK juga mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki, Pastor Vikaris, Diakon Paul, serta semua umat yang hadir dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan acara ini. Secara khusus, ucapan terima kasih disampaikan kepada Romo Felix atas kehadirannya sebagai pewarta dan karena telah memberikan kesaksian serta inspirasi untuk perjalanan PDPKK St. Gabriel ke depannya dengan harapan organisasi ini semakin bertumbuh dalam iman.
Hari jadi PDPKK St. Gabriel yang ke-17 sebenarnya jatuh pada tanggal 26 Juni. Namun, karena beberapa alasan, perayaan ulang tahun tersebut diundur ke tanggal 30 Juni 2026.
Galeri foto:
Laporan Tim Komsos Paroki SMF (Roffie Kurniawan)















