KomsosSMF – Pada Minggu, 7 Juni 2026, umat Paroki Santa Maria Fatima merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Momen ini menjadi lebih istimewa karena 29 anak dengan hati yang penuh sukacita menerima Komuni Pertama setelah melalui proses pembekalan.
Dalam homilinya, Pastor Paroki SMF, RD. Andreas Bramantyo—akrab disapa Romo Andre—mengatakan bahwa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus memiliki makna yang mendalam dalam perjalanan iman kita sebagai umat Katolik. Perayaan ini mengingatkan umat akan peristiwa Perjamuan Malam Terakhir, di mana Yesus bersabda kepada para murid-Nya: “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku.”
Perayaan Tubuh dan Darah Kristus, lanjut Romo Andre, merupakan perayaan iman yang penuh arti karena dengan menerima Tubuh dan Darah Kristus, “kita turut ambil bagian dalam misteri kehidupan, wafat, dan kebangkitan-Nya.”
Dalam perayaan Ekaristi, umat tidak hanya mendengarkan sabda Tuhan tetapi juga dengan nyata menerima kehadiran Yesus melalui sakramen ini. Kesempatan untuk menerima Tubuh dan Darah Kristus, lanjut Romo Andre, mengingatkan kita akan panggilan untuk bersatu dengan Kristus.
Ketika umat menerima komuni, Kristus memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada kita. Maka ketika umat mengambil bagian dalam perayaan Ekaristi, umat diundang untuk menghidupi ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kesatuan ini menjadi esensi yang fundamental dalam perjalanan iman setiap umat.
Romo Andre juga menegaskan bahwa Perayaan Tubuh dan Darah Kristus memiliki arti khusus, terutama bagi anak-anak yang menerima Komuni Pertama. Ini adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan iman mereka.
Komuni Pertama
Di tengah khotbah, Romo Andre mendekati anak-anak yang akan menerima Komuni Pertama dan mengadakan dialog singkat bersama mereka. Romo memulai dengan sebuah pertanyaan sederhana, “Saat menerima komuni, siapa yang sesungguhnya kamu terima?” Dengan polos, beberapa anak menjawab, “Yesus sendiri.” Romo Andre tersenyum sambil mengangguk dan mengatakan, “Benar sekali.”
Romo Andre kemudian menambahkan, Ketika anak-anak atau adik-adik menerima Tuhan Yesus dalam komuni ini, maka penerimaan tersebut harus menjadi momen yang membawa perubahan dalam kehidupan iman. Kehadiran Tuhan Yesus yang diterima hari ini diharapkan mampu mendorong anak-anak untuk melayani Tuhan lebih lagi serta memperkuat iman dan kehidupan rohanimu.
Setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi dan menerima komuni, itu berarti kalian menyambut Kristus sendiri dalam dirimu. Kehadiran Tuhan ingin agar hidupmu mencerminkan nilai-nilai sejati sebagai anak Allah, yang tampak nyata melalui tindakan dalam kehidupan sehari-hari, kata Romo Andre.
Sebagai langkah awal dalam pelayanan kepada Tuhan, Romo Andre mengundang anak-anak yang menerima komuni hari itu untuk bergabung menjadi anggota Misdinar.
Dengan menjadi anggota Misdinar, mereka tidak hanya belajar melayani Tuhan, tetapi juga mempererat hubungan mereka dengan komunitas dan membuat iman mereka semakin bertumbuh.Perayaan Hari Raya Tubuh dan Kristus menjadi lebih khikmad dan meriah dengan kehadiran koor dari Manado, Manado Chatolic Choir (MCC). (*)









